Pesona dan Keunikan Masjid Jami’ Malang Jawa Timur

masjid-agung-jami-malang-570x320

Masjid Jami’ Malang – Berbagai macam bangunan masjid memiliki keindahan dan pesona tersendiri. Ketika Anda mengunjungi berbagai kota pasti berbeda beda bentuk masjid agung (jami’) yang disesuaikan dengan adat dan budaya kota tersebut.

Kita berkunjung ke Malang sebentar, yang di mana kota Malang ini memiliki sebuah Masjid sederhana dan kokoh. Namun, pesonda dan keindahan nya tidak mau kalah dengan masjid yang lainnya. Mungkin Anda jika berkunjung ke sana, merasakan dan melihat keindahan Masjid Jami’ Malang tersebut.

Masjid Jami’ Malang
Masjid Jami’ Malang adalah sebuah masjid berlokasi di Malang Jawa Timur. Masjid ini berdiri pada awal tahun 1890 dan telah sampai finish pada tahun 1903. Masjid ini memiliki khas, yang dimana berbentuk seperti bujur sangkar.

Bujur sangkar dengan struktur baja dengan atap tajung sampai dua. Hingga yang Anda lihat sekarang, bangunan Masjid Jami’ ini masih seperti pada aslinya.

Sejarah Masjid Jami’ Malang
Kembali lagi, bangunan masjid ini berdiri pada tahun 1890 Masehi, terbangun di atas tanah Government(tanah negara) perkiraan seluas 3.000 m2. Menurut prasasti sendiri, Masjid Agung Jami’ dibangun dalam dua tahapan.

Tahapan tersebut, yang pertama terbangun pada tahun 1890 Masehi. Selanjutnya tahap yang kedua dilaksanakan pada 15 Maret 1903, dan telah rampung pada 13 September 1903. Bangunan masjid ini terbangun dan terbentuk bujursangkar, berstruktur baja dengan atap tajung tumpang dua, sampai zaman ini masih bangunan asli.

Arsitektur Masjid Jami’ Malang
Bangunan masjid Jami’ Malang memilki dua gaya arsitektur. Arsitektur dari Jawa dan khas Arab, dari gabungan kedua khas tersebut, bentuk masjid ini memiliki bangunan yang khas.

Gaya arsitektur dari Jawa terlihat dari bentuk atap masjid bangunan lama yang berbentuk tajug. Gaya arsitektur Arab sendiri, Anda akan melihat bentuk kubah pada menara masjid dan juga konstruksi nya terbentuk lengkung pada bidang-bidang bukaan pintu dan jendela.

Bangunan Masjid Jami’ Malang tersebut juga ditopang dengan empat sokoguru utama yang terbuat dari asli kayu jati dan 20 tiang yang bentuknya mirim dengan 4 kolom tersebut. Masjid ini dibangun dengan penuh tirakat dan keikhlasan para pendirinya dulu.

Keikhlasan dan penuh ti rakat ini dalam bentuk diri mendekatkan kepada Allah SWT. Meskipun Takmir Masjid Jami’ Malang banyak melakukan renovasi terhadap bangunan asli masjid, namun tetap dilestarikan bangunan awalnya.

Prana Luar Masjid Jami’ Malang
Kami jelaskan di atas belum sepenuhnya benar. Nah, untuk merangkai dari pendapat untuk kebenaran tentang masjid Jami’ Malang. Anda bisa berkomentar di bawah. Hehe, karena salah sifat dari manusia dan kebenaran hanya milik Allah semata.

Masjid Jami’ Malang dari prana luar. Pada tempo doeloe atau lebih tepatnya pada tahun 1948 memang sangat jauh banyak perbedaan. Mulai dari bangunan yang kecil, dan sederhana juga tak tinggi apalagi megah.

Akan tetapi, masjid Jami’ Malang berada di Jalan Merdeka Nomor 3, Malang Jawa Timur ii memilki sejarah. Bagaimana lika-liku bangunan ini sampai megah seperti sekarang.

Pemberian Nama Masjid
Pada masa pembangunan awal dahulu, nama dari bangunan ini bukan Masjid Agung Jami’ Malang. Akan tetapi hanya terkenal sebagai Masjid Jami’ Malang, disebabkan masjid ini merupakan masjid utama yang ada di kota Malang.

Menjadi institusi untuk kehidupan umat Islam. Masjid ini juga menjadi sarana keagamaan yang memiliki makna atau arti strategis penting bagi umat Islam.

Tidak hanya dalam masalah keagamaan, namun ada keterkaitan seperti persoalan kemasyarakatan, sosial serta budaya dalam arti luas. Dari hal-hal inilah pada akhirnya membuat masjid ini dikenang sebagai masjid agung. sampai sekarang menjadi nama “Masjid Agung Jami’Malang”

Seluruh dari sudut kesudut Masjid Agung Jami’ Malang memiliki batas suci. Bahkan hal inilah disampaikan secara tersirat dengan dasaran perbedaan ketinggian lantai yang jika Anda lihat sangat mencolok.

Terdapat bagian lantai bangunan yang kurang lebih 105 cm, dari muka tanah bangunan masjid dan sekitarnya. Juga pada bagian mihrab (tempat khusus untuk imam) lebih suci. Karena, dilihat dari peninggian lantai.

Nah, sampai saat ini pada belakang mihrab pun masih ada beberapa makam leluhur pendiri masjid Jami’ Malang Jawa Timur.