Arsip Tag: menara masjid

Menara Masjid

Menara masjid

Menara Masjid Agung Testour
Menara Masjid (Minaret) (//; bahasa Persia: مناره menare, bahasa Azerbaijan: minarə, bahasa Turki: minare,), dari منارة manāra, lit. “mercusuar”, juga dikenal sebagai Goldaste (bahasa Persia: گلدسته), adalah arsitektur khas dengan struktur mirip menara dan biasanya ditemukan berdekatan dengan masjid. Umumnya berupa menara tinggi dengan kerucut atau mahkota berbentuk bawang, biasanya berdiri sendiri atau lebih tinggi dari struktur di sekitarnya. Bentuk dasar dari menara ini mencakup dasar, poros, dan galeri. Gayanya bervariasi sesuai wilayah dan periode waktu. Menara memberikan titik fokus visual dan secara tradisional digunakan untuk panggilan salat bagi Muslim (Adzan).

Daftar isi
1.Fungsi
2.Sejarah
3.Konstruksi
4.Gaya lokal

Fungsi
Tujuan dari arsitektur menara masjid tradisional di Wilayah Timur adalah sebagai sistem ventilasi suatu bangunan pada iklim yang panas. Biasanya, bangunan ini terdiri dari sebuah menara besar dengan jendela membuka yang memungkinkan udara dingin masuk, dan sebuah kubah di tengah-tengah bangunan yang memiliki bukaan di langit-langit yang (secara hipotetis) berfungsi mengakumulasi dan mengalirkan udara hangat ke luar bangunan melalui sebuah cungkup. Asal-usul bangunan dari timur tengah dengan fitur arsitektur yang yang luar biasa adalah disengaja. Masjid-masjid biasanya memiliki pusat ruangan dengan langit-langit tinggi atau kubah sehingga memungkinkan panas terkumpul dan mengalir ke atas dan membiarkan udara dingin di lantai bawah memungkinkan untuk sistem penyejuk udara alami.

Namun, di zaman modern, dengan penemuan penyejuk udara modern, tujuan dari menara telah berubah menjadi simbol tradisional. Menara kini dilengkapi dengan pengeras suara berfungsi untuk memanggil orang-orang untuk sholat di negara-negara Muslim. Selain itu untuk memberikan isyarat visual untuk komunitas Muslim, fungsi utama saat ini adalah untuk memberikan sudut pandang dari mana panggilan salat, atau azan, dilakukan. Adzan dikumandangkan lima kali setiap hari: fajar, tengah hari, sore hari, matahari terbenam, dan malam. Pada masjid-masjid paling modern, adhān dikumandangkan dari musallah (ruang doa) melalui mikrofon ke sistem pengeras suara pada menara.

Sejarah

Berbagai jenis Menara.
1. Irak
2. Maroko
3. Turki
4. India,
5. Mesir
6. Asia.

Menara masjid tertua yang masih berdiri di Tunisia Masjid Agung Kairouan. Pada awalnya Masjid tidak memiliki Menara, dan azan dilakukan di tempat lain; hadits menyebutkan bahwa umat Muslim di Madinah melakukan azan dari atap rumah Nabi Muhammad, yang juga sebagai tempat untuk berdoa. Sekitar 80 tahun setelah kematian Nabi Muhammad, baru muncul menara pertama yang dikenal.

Menara yang dikenal sebelum Islam dimanfaatkan terutama di Timur Tengah dan Mesopotamia, disebut Ziggurat, kemudian di Gereja-Gereja Suriah.

Menara memiliki berbagai bentuk (pada umumnya bulat, segi empat, spiral atau segi delapan) sesuai fungsi infrastruktur masing-masing arsitektur.

Jumlah Menara masjid pada tiap-tiap Masjid tidak sama: awalnya, satu Menara menemani setiap Masjid, selanjutnya pembuat akan merekonstruksi beberapa buah lagi. Alasan utama berkisar pada estetika, simetri, keinginan untuk menonjolkan fitur arsitektur yang kuat, serta jaminan desain yang stabil.

Sejak lama, Masjid Agung Mekah (masjidil haram) di Mekkah adalah satu-satunya yang memiliki enam Menara. Namun, ketika Kesultanan Utsmaniyah membangun Masjid Biru di Istanbul, mereka membangun enam Menara. Menara ketujuh masjid ini dibangun di Mekkah, dalam rangka agar Masjidil Haram tidak dapat dikalahkan. Namun adzan biasanya dilakukan dari satu Menara.

Menara digambarkan sebagai “gerbang dari surga dan bumi”, pada abjad bahasa arab huruf alif (berupa garis lurus vertikal).

Di wilayah Arab Maghrib, Menara yang tertua adalah dari Masjid Agung Kairouan di Tunisia. Menara tertua yang masih berdiri dalam dunia Muslim dan juga tertua di dunia. Pembangunan Masjid Agung Kairouan, yang kemungkinan dimulai pada awal abad ke-8, dapat ditilik kembali ke pertengahan pertama abad ke-9 (menjelang 836) menurut pendapat kebanyakan para arkeolog. Didasari oleh tiga tingkat dengan lebar mengecil mencapai ukuran 31,5 meter, yang dapat dibedakan dari aspek ukuran dan megah, Masjid ini dianggap sebagai purwarupa dari Menara-menara yang ada di Dunia Islam Barat .

Sejarah juga telah memicu perubahan tujuan pada tempat-tempat ibadah, dan terutama di sekitar Mediterania. Ketika sebuah Gereja berubah menjadi Masjid, Menara Lonceng berubah menjadi Menara masjid, demikian pula ketika bekas Katedral, menjadi Masjid Almohad, di Seville, lalu berubah lagi menjadi Katedral Seville, Menara masjid Giralda menjadi Menara Lonceng. Ini adalah gaya khas transformasi dari tempat ibadah.

Giralda.
Menara tertinggi, setinggi 210 meter (689 kaki) terletak di Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko. Pada beberapa masjid tertuaa, seperti Masjid Agung Damaskus, menara awalnya berfungsi sebagai menara pengawas yang disinari (oleh karena itu derivasi kata dari bahasa Arab nūr, berarti “cahaya”)

Konstruksi

Masjid agung Aleppo, menara masjid, Aleppo pada tahun 2006
Bentuk dasar dari menara masjid terdiri dari tiga bagian: dasar, poros, dan galeri. Untuk dasar, tanah digali sampai fondasi keras tercapai. Kerikil dan bahan pendukung lainnya digunakan sebagai dasar; hal ini tidak biasa untuk menara yang akan dibangun langsung di atas tanah. Menara mungkin berbentuk kerucut (tapering), persegi, silinder, atau poligonal. Tangga melingkari poros berlawanan arah jarum jam, memberikan dukungan struktural sepanjang poros. Galeri adalah sebuah balkon yang mengelilingi bagian atas yang dapat dipakai muazin yang melakukan panggilan salat. Tempat ini ditutupi oleh atap seperti kanopi dan dihiasi dengan ornamen, seperti batu bata dekoratif dan ubin, cornice, lengkungan dan prasasti, peralihan bagian dari poros ke galeri biasanya berbentuk muqarnas.

Gaya lokal
Gaya dan arsitektur dapat bervariasi menurut wilayah dan periode waktu. Berikut ini adalah beberapa gaya dan daerah dari mana mereka berasal:

Menara di Firouzabad
Kuil/menara Firouzabad, Iran, Periode Sasanian
Menara Masjid Agung Samarra
Menara (malwiya) Masjid Agung Samarra
Pra-Islam Firouzabad, Iran, di pusat kota melingkar berbentuk struktur spiral, preseden arsitektur Menara Masjid Agung Samarra, yang menggambarkan pengaruh Sassanid terhadap arsitektur Islam awal.
Tunisia
(Abad ke-7) segi empat, Masjid Uqba di Kairouan sebagai menara tertua di dunia Muslim.
Turki (abad ke-11)
1, 2, 4 atau 6 menara yang terkait dengan ukuran masjid.[butuh rujukan] Ramping, umumnya menara melingkar dengan penampang yang sama.
Mesir (abad ke-7) / Suriah (sampai abad ke-13)
Menara persegi rendah terletak di empat penjuru masjid.
Irak
Untuk menara kerucut yang berdiri sendiri dan dikelilingi oleh tangga spiral, lihat Malwiya.
Mesir (abad ke-15)
Segi delapan. Dua balkon, bagian atas lebih kecil daripada bagian bawah, memproyeksikan mukarnas, berada di atas dengan finial memanjang.
Persia (Iran) (abad ke-17)
Umumnya dua pasang menara ramping, berlapis ubin biru yang mengapit pintu masuk masjid raya, berakhir menutupi di balkon.
Tatar (abad ke-18)
Masjid Tatar: Satu-satunya menara, yang terletak di pusat segitiga atap.
Maroko
Biasanya, menara persegi tunggal; pengecualian beberapa menara segi delapan di utara kota – kota Chefchaouen, Tetouan, Rabat, Ouezzane, Asilah, dan Tangier – dan menara bundar Moulay Idriss.
Asia Selatan
Segi delapan, umumnya berbalkon tiga, dengan bagian paling atas beratap kubah bawang dan atasnya oleh finial.

KUBAH MASJID ENAMEL BERKUALITAS DAN BERMUTU TINGGI

KUBAH MASJID ENAMEL BERKUALITAS DAN BERMUTU TINGGI

Kubah Masjid Enamel merupakan konstruksi atap yang memiliki berbagai macam jenis dengan berbagai teknik dan struktur. Salah satunya adalah struktur rangka pipa baja galvanis dengan finishing penutup atap galvalum maupun enamel. Struktur ini terbukti mampu bertahan di berbagai macam cuaca dengan biaya perawatan yang sangat murah.

Kubah Masjid Zadul Mu'ad Peurlak Aceh.
Kubah Masjid Zadul Mu’ad Peurlak Aceh.
Kubah Masjid Emas Krawangan Tembaga di Gresik, Jawa Timur.
Kubah Masjid Emas Krawangan Tembaga di Gresik, Jawa Timur.
Kubah Kantor Bupati Bima dengan diameter 10 m.
Kubah Kantor Bupati Bima dengan diameter 10 m.
Kubah Masjid Agung Pangkalanbun Kalimantan Tengah.
Kubah Masjid Agung Pangkalanbun Kalimantan Tengah.
Kubah Masjid Kantor Gubarnur NTB.
Kubah Masjid Kantor Gubarnur NTB.

1. MATERIAL RANGKA KUBAH MASJID ENAMEL

Rangka yang kami gunakan adalah pipa galvanis produksi Spindo yang terstandar dan terbukti tahan terhadap karat. Ukuran pipa yang kami gunakan menyesuaikan diameter dan tinggi kubah masjid enamel anda. Sehingga rangka kubah masjid enamel tidak terlalu berat namun mampu menahan beban struktur yang ada.

pipa galvanis spindo
pipa galvanis spindo

 

2. FABRIKASI RANGKA KUBAH MASJID ENAMEL

Fabrikasi rangka kubah masjid enamel dikerjakan oleh pekerja yang ahli di bidang konstruksi atap. Proses fabrikasi rangka kubah masjid enamel menggunakan material dan bahan yang berkualitas. Karena kami menerapkan standar mutu yang tinggi untuk setiap pekerjaan yang kami terima. Detail proses Fabrikasi rangka kubah masjid enamel dapat anda lihat di sini.

20140317_162016
Fabrikasi Rangka Kubah Enamel

3. ERECTION RANGKA KUBAH MASJID ENAMEL

Proses pemasangan rangka kubah masjid enamel ketika di lokasi dikerjakan sangat hati-hati dengan ketelitian tinggi agar rangka atap terpasang sempurna tanpa kendala yang berarti. Waktu pengerjaan erection rangka kubah enamel lebih cepat dengan perhitungan efisiensi biaya dan cuaca yang tidak bisa diprediksi. Proses erection dapat anda pelajari lebih mendalam di sini.

2.Rangka Kubah terpasang 100 persen
kubah rangka baja

 

UNTUK PEMESANAN SEGERA HUBUNGI KAMI

MARKETING : RIAN 081217404799

USUK KUBAH MASJID ENAMEL

USUK KUBAH MASJID ENAMEL

Pada umumnya dalam sebuah konstruksi atap terdapat beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut adalah kuda-kuda, gording, usuk, reng, dan penutup atap. Usuk berfungsi untuk menyalurkan beban dari reng dan penutup atap menuju gording. Dalam konstruksi atap kubah masjid enamel, usuk kubah masjid enamel berupa pipa galvanis berukuran 1.5″ – 3.5″ sesuai diameter dan ketinggian kubah masjid enamel.

usuk kubah masjid
usuk kubah masjid enamel

Lanjutkan membaca USUK KUBAH MASJID ENAMEL

MELAPIS KUBAH BETON DENGAN KUBAH ORNAMEN

MELAPIS KUBAH BETON DENGAN KUBAH ORNAMEN

Arsitektur kubah mulanya berasal dari masa kekaisaran Romawi. Pantheon adalah bangunan dengan arsitektur kubah yang sangat menawan kala itu. Pada zaman tersebut kubah terbuat dari beton romawi. Arsitektur ini dipilih karena mampu berdiri tanpa tiang pancang dengan bentang lebih dari 20 meter.

Pantheon
Pantheon

Seiring dengan perkembangan zaman, Kubah beton dinilai terlalu berat untuk struktur atap saat ini. pemeliharaan kubah beton juga dianggap kurang efisien dan terlalu memakan biaya. Kubah beton juga rentan akan keretakan dan beresiko tinggi runtuh saat gempa.  Dengan alasan tersebut, terpikirlah untuk membuat struktur kubah yang ringan namun kuat, efisien dalam pemeliharaan dan tahan terhadap gempa. Kubah dengan struktur rangka baja muncul bersamaan dengan populernya rangka atap baja ringan. Struktur ini lebih ringan dari kubah beton, efisien dalam pemeliharaan dan tahan terhadap gempa serta mampu berdiri dengan bentang lebih luas tanpa tiang pancang.

2.Rangka Kubah terpasang 100 persen
kubah rangka baja

 Saat ini, Kubah rangka baja mulai populer dan menjamur di Indonesia dan terkenal dengan sebutan Kubah Ornamen. Dengan Finishing panel zincalume dan enamel teflon membuat kubah rangka baja menjadi lebih indah. Kubah rangka baja tidak hanya digunakan untuk bangunan Masjid, namun juga digunakan sebaga atap bangunan lain seperti kantor bupati, menara, gapura, dll.

Bagaimana dengan bangunan yang terlanjur menggunakan kubah beton dan ingin beralih ke Kubah Ornamen? Perlukah membongkar kubah beton terlebih dahulu?

Anda tidak perlu membongkar kubah beton anda ketika ingin beralih menggunakan kubah ornamen. Kami dapat melapis kubah anda dengan kubah ornamen tanpa membongkar struktur yang sudah ada. Material dan bahan yang kami pakai berkualitas tinggi dan sesuai spesifikasi yang kami berikan kepada anda.

 

Erection Kubah Masjid Galvalume dan Steel Enamel

ERECTION KUBAH MASJID GALVALUME DAN STEEL ENAMEL

 

1.Erection Rangka Kubah Diameter 19 meteran
erection kubah

Pemasangan Rangka  Kubah masjid  diameter gede DENGAN Metode Cepat Tanpa scafolding Aman Dan Praktis.

2.Rangka Kubah Terpasang 100 Persen
Rangka Kubah Terpasang 100 Persen

Pemasangan Rangka Pendukung Atap Kubah masjid baja enamel Dan Rangka Pendukung plafond kalsiboard.

Lanjutkan membaca Erection Kubah Masjid Galvalume dan Steel Enamel

Fabrikasi Rangka Kubah Masjid Galvalume dan Steel Enamel

  1. Persiapan BAHAN / MATERIAL
    Bahan-Bahan Yang akan difabrikasi (pipa, berongga, dsb) disiapkan, dibersihkan Dari Kotoran, Dan diperiksa Sesuai Spesifikasi Yang disyaratkan (ukuran, ketebalan, dll).

    1Fabrikasi Rangka Kubah Galvalume Dan Baja Enamel
    Fabrikasi Rangka Kubah Galvalume Dan Baja Enamel

Lanjutkan membaca Fabrikasi Rangka Kubah Masjid Galvalume dan Steel Enamel

Kubah Masjid Warna Warni Bahan Besi Finishing Enamel Teflon ( Maspion dan Kedawung )

KUBAH MASJID WARNA WARNI BAHAN BESI FINISHING ENAMEL TEFLON (MASPION DAN KEDAWUNG)

Kubah masjid warna-warni ada yang berbahan galvalume / zincalume dan ada yang berbahan besi (baja) finishing teflon enamel.

Kubah Warna Warni Bahan Besi Finishing Enamel Teflon
Kubah Warna Warni Bahan Besi Finishing Enamel Teflon

Dalam masalah pengecatan kami bekerja sama dengan ahlinya dengan pengovenan yang memiliki Suhu diatas 820 derajat celcius dengan PT MASPION dan PT KEDAWUNG. Dalam masalah warna sangatlah menjadi prioritas untuk menjaga Kwalitas Dan Jaminan Kekuatan Warna tersebut.

Kubah Warna Warni Bahan 1
Kubah Masjid Muara Jawa Kalimantan Timur

Untuk review tampilan pada Atap Kubah sangatlah menarik dengan motif warna-warni yang terlihat indah jika terkena sinar matahari.

Kubah Warna Warni Bahan 2
Kubah Masjid Besar di Bintan

Lanjutkan membaca Kubah Masjid Warna Warni Bahan Besi Finishing Enamel Teflon ( Maspion dan Kedawung )